Pantai Drini adalah salah satu objek wisata yang terletak di Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari,Gunungkidul, Yogyakarta. Letaknya di sebelah timur pantai Baron dan berjarak sekitar 1 km ke arah timur Pantai Sepanjang. Namun jarak sebenarnya yang harus ditempuh untuk sampai ke pantai ini sejauh 60 km atau sekitar 2-3 jam dari kota Yogyakarta. Infrastruktur menuju ke Pantai Drini cukup mulus, walaupun jalan masuk untuk sampai ke pantai ini cukup terjal dan berkelok-kelok. Pantai drini merupakan pantai yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia. Pantai ini memiliki lereng pantai yang cukup curam sekitar 10 derajat dan merupakan bagian dari Wonosari yang didominasi oleh batuan karst dari Gunung Sewu. Pantai ini belum banyak terjamah oleh wisatawan lokal maupun asing, karena letaknya yang berada di daerah terpencil. Sehingga, Pantai Drini ini dikenal dengan nama Pantai Perawan. Sebutan ini digunakan oleh masyarakat setempat karena kondisi pantai drini yang masih bersih, udara yang sejuk, air yang terasa dingin ditambah dengan hamparan pasir putih yang mempesona dan aliran airnya yang tidak seganas Pantai Parangtritis Pantai ini memiliki sebuah tebing besar yang berada di tengah-tengah pantai dan membagi pantai ini menjadi dua sisi, yaitu sisi barat dan sisi timur . Tebing ini terlihat begitu indah sehingga membuatnya seolah-olah seperti pulau kecil yang terapung di tengah pantai. Di atas karang ini dibangun mercusuar dimana dari menaranya mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan yang luar biasa indahnya.. Di pantai ini pengunjung juga dapat melihat dengan jelas rumput-rumput laut di antara karang-karang laut dan biota laut lainnya.
Pantai Klayar adalah sebuah pantai dengan pasir putih dan batukarang serta tebing-tebing batu yang mengelilingi.[1] Pantai ini terletak di Pacitan, Jawa Timur dan berbatasan dengan Wonogiri, Jawa Tengah.[1] Tepatnya berada di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Jaraknya sekitar 40 kilometer ke arah barat dari kota Pacitan.[1] Pantai ini masih segaris dengan Pantai Teleng Ria yang sudah dikelola sebagai tempat wisata terlebih dahulu.[1]
Objek wisata
Perjalanan menuju ke Pantai Klayar yang melalui jalan berliku-liku, naik turun, dan dihiasi dengan deretan bukit-bukit, gua-gua kecil yang terlihat stalaktit dan stalakmitnya dari pinggir jalan.[2] Objek wisata Pantai Klayar memiliki garis pantai berpasir putih dengan dihiasi deretan pohon kelapa, serta menjulangnya bukit-bukit di pinggir pantai yang bisa didaki oleh wistawan untuk melihat keindahan Pantai Klayar dari atas bukit.[2]
Selain pantai berpasir putih, Pantai Klayar memiliki fenomena unik yaitu ada sebuah celah di batu karang.[3] Ketika ombak datang dengan cukup deras, sebagian airnya masuk ke bawah batu dan menyembur ke atas seolah sebuah air mancur raksasa yang bisa mencapai ketinggian hingga 10 meter.[3] Air mancur ini juga disertai dengan suara mirip siulan sehingga sering disebut sebagai SerulingLaut.[3] Satu lagi keunikannya, di deretan tebing karang di sisi timur inilah terdapat karang raksasa mirip Sphinx.[3
Suasana
Pantai Klayar memiliki air laut yang biru dan ombak yang sangat besar, sehingga pengunjung tidak diperbolehkan untuk berenang.[4] Bibir pantai dihiasi tumbuhan pohon kelapa dan gubug-gubug/lincak-lincak yang beratap daun kering, karang-karang diwilayah pasang surut juga masih terawat dengan alami.[2] Wisatawan juga bisa menyusuri karang-karang untuk menemukan kerang-kerangan Mollusca, dan bintang laut Echinodermata.[2] Disamping itu juga di sepanjang batuan juga terdapat limpet dan rumput laut yang tumbuh disekitar bebatuan.[2] Wisatawan bisa melihat langsung masyarakat setempat memanjat pohon kelapa guna diambil air deresan (bahan baku untuk pembuatan gula jawa) atau hanya untuk disuguhkan langsung kepada wisatawan sambil menikmati keeksotisan alam pantai Klayar.[2]
Pantai Jelangkung adalah sebuah pantai di pesisir selatan Pulau Jawa yang secara administratif berada di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur[1]. Pantai ini persis di pinggir jalan lintas selatan (JLS). Rona keindahan wajah pantai begitu jelas terlihat dari jalan raya yang sudah mulus beraspal tersebut. Jika dari Pantai Nganteb menuju Pantai Jelangkung harus melalui jalan-jalan yang rusak parah. Selain kondisi jalannya yang penuh dengan bebatuan sebesar kepala manusia dewasa, juga banyak tanjakan curam. Seperti ketika keluar dari Pantai Nganteb lewat jalur JLS, ada tanjakan dengan kemiringan sekitar 70 derajat. Hutan-hutan yang sebagian sudah gundul berada di sisi kanan dan kiri jalan.
Untuk menuju pantai ini dari Kota Malang bisa mengikuti rute menuju Pantai Sendangbiru, lalu berbelok ke barat menuju Desa Gajahrejo. Bila dari Desa Gajahrejo jalan mulai beraspal mulus karena telah dilewati JLS. Jika telah tiba di Pantai Jelangkung Anda akan terpesona dengan keindahan pantai, pemandangan dari jalan begitu eksotik. Di sisi kanan dan kiri jalan dikelilingi oleh perbukitan yang lumayan tinggi. Namun di sela-sela bukit itu, pandangan bisa menembus pantai yang membiru. Rasanya seperti bukan berada di Malang Selatan, tetapi di luar negeri yang memiliki pantai yang indah. Ombaknya mengalun cukup tinggi, namun begitu sampai di pantai, ombak langsung berubah pelan. Hal ini karena terdapat karang yang rebahan berada sekitar 10 meter sebelum bibir pantai. Tinggi karang itu hanya sekitar 50 centimeter, namun memanjang sepanjang pantai sekitar 300 meter, sehingga dari jauh tampak seperti seseorang yang sedang rebahan. Setiap kali ombak datang, air terhenti di batu karang ini. Sementara muncratan air melingkar pelan di tubuh karang seperti air sedang membelai.
Nama pantai ini memang unik dan membuat yang baru pertama mendengarnya penasaran. Pantai ini tergolong baru dikenal, karena untuk mengunjunginya Anda tidak dipungut tiket masuk. Nama Pantai Jelangkung kesannya memang cukup sangar, mirip nama cerita legenda makhluk halus. Padahal sebenarnya nama asli pantai ini adalah Jolangkung yang artinya ojo liwat kalau diartikan ke bahasa indonesia (jangan melintasi). Sebab, dahulu di pantai ini ombaknya terkenal sangat besar hingga meluber ke jalan raya. Siapapun yang lewat di jalan raya saat ada ombak besar, kemungkinan tergulung ombak. Sehingga ketika ada ombak besar, tidak diperbolehkan lewat, harus menunggu sebentar agar ombak reda. Karena itu disebut dengan Jolangkung (jangan melewatinya) yang kemudian masyarakat sekitar menyebut dengan Jelangkung. Pantai itu memang masih berbahaya jika ada ombak besar.
Pantai Wonogoro adalah sebuah pantai di pesisir selatan yang secara administratif berada di Dusun Sukorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur[1]. Untuk mencapai wanawisata pantai ini, pengunjung bisa mengikuti arah menuju Pantai Balekambang di Kecamatan Bantur. Di jalan menuju Pantai Balekambang, terdapat sebuah perempatan Jalan Lintas Selatan. Bila berbelok ke kanan akan menuju ke Pantai Kondang Merak, bila berbelok ke kiri akan menuju ke Pantai Nganteb dan Pantai Wonogoro. Sudah ada petunjuk arah di perempatan ini, sehingga para pengunjung tidak akan mengalami kesulitan untuk mendatangi Pantai Wonogoro ini.
Dari perempatan itu, berbelok ke kiri dan mengikuti Jalan Lintas Selatan yang belum selesai dibangun. Dari perempatan menuju Pantai Wonogoro masih sekitar 2,5 kilometer lagi dengan kondisi jalan makadam. Kontur jalan naik turun disertai medan yang cukup terjal sehingga kendaraan harus berhati-hati untuk melaluinya. Bahkan bila pada musim penghujan jalanan licin dan berlumpur. Terdapat sebuah jembatan melewati Sungai Kalibarek yang cukup bagus untuk diabadikan pengunjung.
Di sebuah perempatan terdapat papan petunjuk untuk mengarahkan pengunjung, bila terus ke timur akan menuju ke Pantai Nganteb dan bila berbelok ke kanan akan menuju ke Pantai Wonogoro. Dari perempatan ini, jalanan sudah mulai bagus. Sampai ke pantai ada beberapa bagian yang sudah diaspal dan sebagian lagi akan diaspal. Di tepi jalan beraspal ini terdapat area pertambangan pasir besi, yang dibatasi dengan pagar tembok sampai hampir mencapai Pantai Wonogoro. Setelah itu Anda akan sampai di Pantai Wonogoro yang cukup sepi, bahkan tidak ada pungutan untuk memasuki pantai ini.
Pengunjung bisa berteduh di antara pepohonan yang banyak tumbuh di tepi pantai ini sambil memandang birunya samudera. Pantai Wonogoro berombak cukup besar, jadi pengunjung disarankan untuk tidak berenang di pantai ini. Anda bisa menyusuri hamparan Pantai Wonogoro sepanjang kira-kira satu kilometer lebih dengan dibatasi bukit kecil di kedua tepinya. Pasir pantainya putih dengan campuran pasir besi yang kelihatan berkilauan bila ditimpa sinar matahari. Di tepi pantai terdapat batu karang memanjang setinggi pantai yang menahan deburan ombak laut selatan. Di sebelah timur pantai terdapat sungai kecil yang bermuara di ujung timur area pantai. Biasanya banyak komunitas pemancing yang mendatangi Pantai Wonogoro ini.
Bila ke pantai ini sebaiknya pagi hari kemudian perjalanan bisa dilanjutkan ke Pantai Nganteb yang terletak tidak jauh dari Pantai Wonogoro ini. Di dekat pantai ini terdapat sebuah perusahaan pertambangan pasir besi yang keberadaannya masih ditentang oleh masyarakat setempat. Hal itu karena dikhawatirkan pertambangan itu akan merusak ekosistem pantai dan tidak memberikan keuntungan yang signifikan pada masyarakat desa. Di pantai tersebut terdapat beberapa papan pengumuman berisi larangan memasuki area pertambangan. Area tersebut ditutup dengan dinding bambu sampai hampir tepi pantai. Sayangnya di pantai ini tidak ada fasilitas penunjang bagi pengunjung yang datang. Sebaiknya pengunjung membawa perbekalan makanan dari rumah karena tidak ada penjual makanan di sini. Sehingga tidak banyak aktivitas yang Anda lakukan di pantai ini.
Pantai Kondang Iwak adalah sebuah pantai di pesisir selatan yang berada di Dusun Sumberpucung, Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dari Kota Malang berjarak sekitar 70 kilometer ke arah selatan. Untuk mencapainya dari Kepanjen lurus saja ke arah selatan sampai di Pagak. Setelah Pasar Pagak kondisi jalan masih beraspal tetapi rusak dan setelah beberapa kilometer jalan berupa makadam hingga pantai. Akses jalan untuk memasuki Pantai Kondang Iwak sepanjang 3 kilometer dari perkampungan masih sulit dilalui. Jalan berupa bebatuan terjal dan sempit sehingga cukup menyulitkan perjalanan jika membawa kendaraan. Tetapi sekarang sudah lebih baik dibanding dengan dahulu. Dulu mobil sama sekali tidak dapat menjangkau Pantai Kondang Iwak. Sekarang sudah dapat dilalui kendaraan roda empat meskipun harus dengan hati-hati. Tetapi jalan yang rusak ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para offroader dan komunitas trail.
Warga sekitar pantai saat ini sudah mulai memperkenalkan pantai ini dengan beragam program. Salah satunya yang menjadi andalan adalah labuhan yang dikemas dengan beragam festival, mulai dari acara off road, touring, maupun even tradisional wayangan. Hanya saja promosinya masih sebatas di wilayah sekitar Donomulyo. Beberapa tahun sebelumnya acara labuhan dilakukan setiap tanggal 15 Suro. Namun pada tiga tahun terakhir digeser setiap bulan Juli bersamaan dengan hari libur sekolah.
Deskripsi
Hamparan pasir putih demikian bersih sepanjang lebih dari satu kilometer. Sebagian pasir putih ini bercampur dengan pasir besi hitam. Pemandangannya sangat indah karena di antara hamparan pantai itu menjulang batu karang seukuran rumah besar. Batu karang ini berada sedikit menjorok ke laut sekitar 50 meter dari bibir pantai. Oleh masyarakat setempat pulau karang ini dinamakan Pulau Lawang.
Seperti umumnya pantai di laut selatan, ombak di pantai ini cukup besar. Pantai Kondang Iwak biasanya dijadikan jalur para nelayan mencari ikan. Perahu-perahu nelayan tanpa mesin tampak berlalu-lalang di lepas pantai.
Legenda
Menurut juru kunci Pantai Kondang Iwak, yaitu Bapak Jemakir, konon pantai ini ditemukan pertama kali oleh Mbah Iman Suwodo sekitar tahun 1920. Nama Kondang Iwak diberikan oleh Mbah Iman Suwodo karena di tepi pantai terdapat kondang (muara air tawar) yang kala itu dipenuhi beragam jenis ikan tawar. Untuk mencapai kondang tersebut pengunjung bisa berjalan menyusuri pantai ke arah barat. Kondang itu sampai sekarang pun menjadi daya tarik masyarakat karena bisa menjadi tempat berenang. Hamparan kolam di kondang ini cukup luas sepanjang 800 meter dan lebar 40 meter. Biasanya pada akhir pekan banyak pengunjung memancing ikan hingga bermalam dengan mendirikan tenda. Sayangnya ikannya tidak sebanyak dahulu, karena seringkali diambil masyarakat yang tidak bertanggung jawab dengan cara diracun.
Pantai Tamban adalah sebuah pantai di pesisir selatan yang terletak di tepi Samudera Indonesia secara administratif masuk dalam wilayah Dusun Tambakrejo, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur[1]. Pantai ini masih satu desa dengan Pantai Sendangbiru dan berjarak sekitar 65 km dari Kota Malang. Apabila menggunakan kendaraan bermotor, pantai ini bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Sedangkan apabila dari Sendangbiru menuju Pantai Tamban hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Meskipun berada dalam satu desa, tetapi arah jalannya harus memutar cukup jauh sekitar 10 kilometer. Jika dari Kota Malang bisa melalui jalan menuju Pantai Sendangbiru, sekitar 5 km sebelum Sendangbiru pengunjung bisa berbelok ke arah kiri untuk menuju Pantai Tamban. Di persimpangan jalan tersebut terdapat sebuah petunjuk arah berwarna hijau bertuliskan Pantai Tamban. Sebagian jalannya telah beraspal, dan sebagian lainnya telah dicor. Sebagian besar jalannya mendatar dan hanya sekali-sekali terdapat tanjakan.
Pasir Pantai Tamban berwarna putih bersih sepanjang 1.500 meter dan disertai batu-batu yang bertebaran di sepanjang tepi pantai. Pemandangan pantai tersebut memanjakan pengunjung yang menyukai keindahan pantai dan pesisir. Dari pantai ini, Anda dapat menyaksikan panorama laut lepas yang terletak di balik Pulau Sempu dan berhadapan dengan pantai ini. Selain itu, para nelayan siap mengantar pengunjung untuk memancing, bermain jet ski, parasailing, diving, snorkeling, dan surfing. Pantai Tamban terkenal dengan tipikal ombaknya yang tenang pada saat-saat tertentu. Namun ombaknya akan berubah sangat ganas dalam waktu yang singkat.
Di pantai, pengunjung bisa menikmati beberapa pulau kecil dan tebing yang melengkapi pemandangan alam pantai ini. Dari Pantai Tamban, Pulau Sempu dapat terlihat dengan jelas. Bahkan pengunjung bisa juga mencapai Pulau Sempu dari pantai ini, tentunya dengan diantar perahu para nelayan setempat. Pantai ini juga cocok untuk yang mempunyai hobi camping. Perkampungan di pantai dihuni oleh sekitar 50 kepala keluarga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan tradisional.
Nama Tamban memiliki nilai sejarah yang cukup kuat. Tamban dalam bahasa Jawa artinya obat (tombo). Karena air di pantai ini dahulu pernah menjadi obat bagi tiga kiai yang mengawali tinggal di hutan dekat pantai ini pada tahun 1880-an. Tiga kiai itu adalah Kiai Ngastowo, Kiai Mangun, dan Kiai Yaser. Sebelum mereka membabat hutan (babat alas), ketiganya minta izin dahulu kepada Kiai Truono Sumitro, salah satu sesepuh yang tinggal di Desa Suwaru, Kecamatan Gondanglegi (kini sudah termasuk wilayah Kecamatan Pagelaran). Setelah mendapat restu, ketiganya memulai membabat hutan. Di tengah proses membuka hutan itu mereka kehausan sampai sakit. Sulit mencari air tawar saat itu. Satu-satunya hanya air yang berada di sungai yang kotor, mereka pun terpaksa meminumnya. Bukannya rasa haus dan sakit hilang, mulut mereka justru terasa pahit sekali. Akhirnya mereka mencoba untuk meminum air laut di pantai. Anehnya, air laut berasa seperti air tawar dan sakitnya juga sembuh. Dari situlah mereka menjuluki air di pantai itu dengan air tamban atau air untuk obat.
Di sekitar Pantai Tamban ini terdapat sebuah muara yang cukup besar bernama Kedung Ijo. Airnya sangat bening dan segar. Letak Kedung Ijo berada di sisi sebelah timur pantai. Air yang mengalir dari Kedung Ijo menyisiri tebing yang dipenuhi dengan batu-batu raksasa. Bahkan, karena adanya abrasi laut, sebagian tebing longsor. Banyak batu-batu besar yang jatuh ke kedung ini. Oleh karena itu, di dasar kedung berserakan batu-batu seukuran kambing. Justru keberadaan batu itulah menambah suasana kedung semakin kelihatan natural. Namun, di sisi sebelah utara kedung masih seperti kolam besar. Airnya bening dan segar bisa untuk area berenang. Lokasinya agak jauh dari tebing sehingga tidak sampai ada batu yang longsor. Ikan-ikan air tawar pun menghiasi kedung ini dan menambah daya tarik pengunjung yang ingin mencari ikan. Di Pantai Tamban ini rencananya akan dibangun sebagai pelabuhan internasional.
Di pantai ini telah tersedia fasilitas penginapan bagi pengunjung yang hendak bermalam. Terdapat beberapa penginapan kayu, yaitu kawasan akomodasi elegan yang berkapasitas dua orang per kamar. Sedangkan kawasan akomodasi tipe asrama memiliki kapasitas 6-10 orang per kamar. Total keseluruhan rumah bisa menampung sekitar 150 orang pengunjung. Kawasan penginapan tersebut berada di tengah alam dengan pemandangan yang masih asri. Tiap kawasan akomodasi memiliki keunikannya sendiri dan masing-masing dilengkapi dengan beragam fasilitas untuk menunjang segala kegiatan para pengunjung.
Pantai Licin adalah sebuah pantai di pesisir selatan Pulau Jawa yang terletak di tepi Samudera Indonesia secara administratif masuk wilayah Dusun Licin, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, merupakan paling ujung selatan timur Kabupaten Malang, Jawa Timur[1]. Dari arah Kota Malang Anda bisa menuju ke-arah Kecamatan Dampit lalu menuju jalan arah ke Kecamatan Tirtoyudo lalu Kecamatan Ampelgading. yang oleh masyarakat sekitar dinamakan wilayah daerah Amstirdam perpaduan dari tiga nama (Ampelgading,Tirtoyudo, dan Dampit). Setelah melewati jalur tersebut pengunjung yang datang dari Kota Malang atau Lumajang bisa belok di pertigaan Sumberejo, Desa Tamansari, Ampelgading, dilanjutkan menuju Desa Lebakharjo. Perlu nyali tinggi untuk mencapai ke pantai ini karena baik menggunakan motor, apalagi mobil butuh konsentrasi dan fisik yang prima. Paling aman hanya berjalan kaki, namun jarak dari Desa Lebakharjo menuju pantai ini sangat jauh, sekitar 17 kilometer. Itupun dengan kondisi jalan yang menanjak dan menikung dengan kemiringan sampai 80 derajat. Jalannya hanya cukup untuk satu mobil, jika berpapasan dengan motor harus berhenti dulu dengan sedikit minggir. Salah sedikit saja risikonya cukup besar, karena di sisi kiri jalan merupakan jurang sangat curam. Sedangkan di sebelah kanan terdapat tebing tinggi yang dipenuhi bebatuan besar. Bebatuan itu adalah muntahan letusan Gunung Semeru, maklum posisi Dusun Licin dengan Gunung Semeru sekitar 75 kilometer saja. Di dusun ini juga menjadi jalan utama aliran lahar Semeru.
Sepanjang 14 kilometer dari Desa Lebakharjo ke Dusun Licin memang sudah beraspal, sebagian juga sudah dicor. Namun tetap saja sulit bagi pengendara melewatinya. Masih ada sebagian jalan yang berupa tanah dan licin sehingga ada banyak pengendara motor terkadang sampai terpeleset jatuh. Setelah melewati perkampungan Dusun Licin, perjalanan masih harus melewati medan yang lumayan sulit terutama menjelang pantai. Jalannya tak kalah sempit dengan pintu masuk ke Dusun Licin dan berada di bibir jurang yang langsung ke pinggir pantai. Ada baiknya bagi pengunjung untuk datang pada musim kemarau karena beratnya medan.
Ada sedikit yang janggal dari pantai ini, yakni seluruh hamparan pasirnya hitam legam padahal umumnya di semua pantai pasirnya putih maupun putih kecoklatan. Namun di Pantai Licin ini justru hitam dan ternyata pasir hitam ini dulunya pasir muntahan lahar meletusnya Gunung Semeru. Saking banyaknya pasir hitam yang terbawa arus air di Sungai Glidik masuk ke laut dan pasir ini terbawa ombak hingga menutupi pasir putih. Jadi, sebelum ada pasir hitam, pantai ini dulunya juga dipenuhi pasir putih seperti pantai-pantai yang lain. Ini merupakan fenomena alam yang langka karena sepanjang Pantai Licin hingga ke pantai yang masuk ke wilayah Lumajang semuanya terhampar warna hitam sehingga Pantai Licin terlihat semakin indah. Pantai Licin memang berbatasan dengan Lumajang, yang hanya dipisahkan oleh sungai aliran laharGunung Semeru.
Perjalanan sebelum mencapai pantai, Anda akan disuguhi pemandangan tebing di sisi kanan dan sungai aliran lahar Gunung Semeru di sebelah kiri yang sangat memukau. Pantai ini menyajikan pemandangan yang cukup bagus, mulai dari batu-batu karang, hingga ombak yang berdebur menghantam jajaran karang. Dari kejauhan Anda juga dapat melihat Pulau Nusa Barung, dan masih banyak lagi yang bisa dinikmati.
Pada awalnya pantai ini sebenarnya bernama Pantai Pasir Putih karena hampir di seluruh pantai terhampar pasir putih yang sangat luas. Namun pada tahun sekitar 1960-an, kawasan tersebut terkenal cukup licin akibat lumut, maklum di sekitar pantai dan perkampungan saat ini dulunya hutan lebat dan menjadi tempat banjir. Lama-kelamaan seluruh tanahnya berlumut dan sangat licin, makanya sampai sekarang disebut Dusun Licin, pantainya juga disebut orang-orang dengan Pantai Licin.
Di Pantai Licin kita dapat melihat aktivitas para nelayan mencari ikan. Pantai Licin di Dusun Licin, Desa Lebakharjo menyimpan potensi hasil laut yang menjanjikan karena dari pantai inilah nelayan menghasilkan sejumlah ikan melimpah yang biasa digunakan sebagai bahan sarden di antaranya, ikan lemuru, salem, dorang, kakap dan kerapu. Banyaknya nelayan di pantai ini terlihat dari sejumlah jenis perahu jenis jungkung bermesin kecil berjajar di tepi pantai. Di pantai ini juga ada tempat pelelangan ikan (TPI) namun tak sebesar di Sendangbiru.
Pantai Goa Cina adalah sebuah pantai di pesisir selatan yang terletak di Dusun Tumpak Awu, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur[1]. Nama asli dari pantai ini adalah Pantai Rowo Indah. Namun karena pernah terjadi peristiwa kematian seorang Tionghoa yang sedang bertapa di dalam goa yang ada di kawasan pantai ini, nama Rowo Indah kalah popular dibandingkan dengan Goa Cina yang digunakan sampai sekarang. Tidak ada catatan resmi tahun berapa tragedi itu terjadi, tetapi warga sekitar pantai meyakini sekitar 20 tahunan silam. Dari Pantai Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan menuju Pantai Goa Cina ini hanya perlu waktu 15 menit saja karena kedua pantai ini hanya berjarak tak lebih dari 7 km. Aksesnya pun sangat mudah karena melewati jalur lingkar selatan (JLS) dengan aspal yang mulus. Terdapat petunjuk arah dan rambu yang akan memandu pengunjung untuk menuju lokasi. Tetapi Anda harus tetap berhati-hati karena jalannya berkelok-kelok dan berada di sisi jurang.
Sebelum memasuki Pantai Goa Cina, kita akan melewati jembatan Bajulmati yang berada di atas muara laut tersebut. Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 80 meter dengan lebar sekitar 20 meter untuk dua jalur. Arsitekturnya cukup bagus dengan tiang melengkung di tengah jembatan dengan posisi membujur. Ketinggian tiang mencapai 20 meter. Model jembatan ini khas sekali sehingga cukup artistik. Jarak sekitar satu kilometer ke arah timur dari jembatan itu, terdapat pintu masuk menuju Pantai Goa Cina. Namun sayang, akses dari JLS menuju Pantai Goa Cina agak susah, sekitar 500 meter jalan rusak parah. Jalannya sebenarnya cukup lebar, tetapi karena jalan dari tanah tidak rata dan banyaknya bebatuan kapur. Apalagi ketika tergenang hujan, jalan cukup lembek dan licin.
Namun sulitnya medan itu sebanding dengan panorama alam yang disajikan Pantai Goa Cina. Tiket masuk Pantai Goa Cina sebesar Rp 4.000 dan parkir kendaraan sebesar Rp 5.000. Luas area Pantai Goa Cina tidak begitu luas, tetapi keberadaan tiga pulau yang berada di tengah-tengah pantai membuat pandangan lebih indah. Tiga pulau itu adalah Pulau Bantengan, Pulau Goa Cina dan Pulau Nyonya. Di pinggir pantai ini cukup asri, pohon-pohon berbagai jenis seperti pohon cembirit, ketapang, dan pohon jenis tutup berjajar rapi di area pinggir pantai. Pohon-pohon ini cukup meneduhkan pengunjung, apalagi di bibir pantai yang cukup jernih sehingga terlihat batu karangnya.
Keberadaan goa di pantai ini terletak di sisi kanan pantai sekitar 50 meter dan berada di bukit karang. Goa tersebut sebenarnya tidak begitu bagus, hanya rongga biasa yang menjorok sekitar delapan meter dengan ketinggian sekitar dua meter. Siapa pun bisa dengan mudah masuk. Ruangan di dalamnya juga cukup lebar, bisa untuk dua orang berjalan beriringan. Lebarnya kira-kira dua meteran. Meski namanya goa, tetapi tidak terlihat batu-batu stalaktit maupun stalakmit yakni batu-batu yang menjorok tajam dari atas goa maupun dari sisi tebing maupun dasr goa. Jadi, goa ini lebih tepat disebut sebagai rongga yang ada di dalam karang. Meski begitu, goa ini terlihat memiliki nilai magis yang kuat.
Selain popular dengan keberadaan goanya, pantai ini juga menyajikan fenomena alam yang langka, yakni terjadinya gelombang bersimpangan tidak keruan dari tiga arah, selatan, timur dan barat. Arus gelombang itu selalu bertabrakan di antara Pulau Bantengan dan Pulau Nyonya. Karena arus gelombang yang bertabrakan demikian kuat, sehingga memunculkan suara bergemuruh. Inilah salah satu fenomena alam yang cukup langka di pantai Malang Selatan. Karena besarnya ombak, tidak ada perahu nelayan yang berani bersandar di pantai ini. Kawasan Pantai Goa Cina ini hanya menjadi jalur lalu lintas para nelayan dari segala penjuru menuju Pantai Sendangbiru. Berbagai fasilitas terdapat di pantai ini misalnya warung makan, musholla, masjid, kamar mandi, dan tempat parkir akan membuat liburan Anda terasa menyenangkan.[2]
Nama Pantai Watu Leter mungkin belum familiar seperti Pantai Goa Cina. Padahal kedua pantai ini tepat bersebelahan. Namun Pantai Goa Cina lebih terkenal dan ramai pengunjung, karena akses jalan yang lebih mudah.
Yang menarik dari Pantai Watu Leter adalah banyaknya tebing karang berukuran cukup besar. Bongkahan karang ini bertebaran di dekat bibir pantai. Salah satu karang yang menonjol punya permukaan datar atau leter dalam Bahasa Jawa.
Panorama yang unik dari pantai ini menarik petualang untuk ‘mengalahkan’ medan yang butuh perjuangan. Tak hanya untuk berfoto, sebagian pengunjung Pantai ini juga memilih mendirikan tenda dan berkemah di sana.
Asal Usul Nama Pantai Watu Leter
Penamaan pantai ini, berhubungan dengan kenyataan adanya tebing batu di pantai ini. Tebing batu tersebut memiliki bagian datar di ujungnya. Tebing yang terletak di tengah laut itu menjadi sangat mencolok berkat bentuk datar itu.
Dari keberadaan batu datar inilah kemudian pantai ini diberi nama Watu Leter. Dalam bahasa loka Watu berarti batu, dan Leter berarti datar.
Selain Watu Leter, masyarakat lokal kadang menyebut pantai ini dengan nama Pantai Ngleter.
Lokasi Pantai Watu Leter
Pantai Watu Leter, pantai di pesisir selatan Jawa. Secara administratif pantai ini berada di Dusun Rowotrate, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Jaraknya sekitar 60 km dari kota Malang bisa ditempuh dengan waktu 2 jam saja. Sepanjang perjalanan menuju Pantai pengunjung dapat menikmati pemandangan di kanan kiri. Terhampar indah hijau pepohonan dan hutan dengan udaranya yang menyegarkan.
Rute Menuju Pantai Watu Leter
Jika berangkat dari kota Malang, ambil jalan menuju ke arah Malang Selatan yang menuju Sumbermanjing Wetan. Ikuti penunjuk jalan menuju Pantai Sendang Biru. Saat menemukan pertigaan yang memiliki papan penunjuk jalan menuju Pantai Bajulmati dan Goa Cina, ambil arah Goa Cina. Lokasi pantai Watu Leter ini tak jauh dari Pantai Goa Cina.
Medan jalanan ke pantai ini lebih sempit dan masih bertanah. Pengunjung harus melewati hutan bakau, jalan bebatuan dan rumput liar. Setelah melalui itu semua, jalan akan habis. Kendaraan tidak bisa lagi melalui jalan selanjutnya. Pengunjung bisa memarkir kendaraan di ujung jalan ini. Perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki sampai di Pantai.
Karena medan jalannya yang sulit itu, pengunjung bisa memilih alternatif jalan yang lebih bersahabat. Pilihan itu melalui jalan yang lebih bagus di Pantai Goa Cina. Setelah tiba di Pantai Goa Cina, kendaraan bisa diparkir di pantai tersebut. Dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 100 meter ke arah barat yang biasanya memakan waktu sekitar 20 menit ke Pantai Watu Leter.
Jam Buka Pantai Watu Leter
Pantai ini terbuka untuk kunjungan wisatawan sepanjang hari. 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
Tiket Pantai Watu Leter
Pengunjung dikenakan tarif Rp 10.000. Pungutan untuk parkir motor Rp 5.000 sedangkan untuk parkir mobil biayanya Rp 10.000. Saat pengunjung memutuskan untuk camping, ada biaya parkir tambahan sebesar Rp 3.000 untuk parkir menginap.
Fasilitas Pantai Watu Leter Malang
Pantai ini memang belum banyak dikenal di kalangan wisatawan. Akses menuju Pantai Watu Leter juga tergolong susah. Belum ada fasilitas yang tersedia di pantai ini seperti toilet, musholla ataupun warung makan.
Untuk itu pengunjung harus membawa bekal sendiri ketika berlibur di pantai watu leter.
Daya Tarik Pantai Watu Leter
Ada beberapa daya tarik wisata yang dimiliki pantai ini. Daya tarik yang bagaikan magnet menarik minat pengunjung untuk berkunjung ke Pantai Watu Leter. Berikut beberapa di antaranya.
Karena masih jarang dikunjungi wisatawan, Pantai Watu Letter ini sepi dan memiliki suasana yang tenang. Pastinya tempat ini masih sangat asri dan bersih dan nyaman. Gelombang ombak yang tenang membuat wisatawan bisa bermain air dengan tenang dan santai. Pantai Watu Letter ini memiliki keadaan air laut jernih dan cukup dingin.
Tidak cukup hanya itu, Pantai ini juga mempunyai butiran pasir yang sangat lembut dan bersih. Batu karang yang membentang di bibir pantai ini benar-benar memanjakan mata. Beberapa pohon yang ada di pinggiran pantai tumbuh hijau dan cukup lebat. Pepohonan ini cocok untuk berteduh dari sinar matahari.
Untuk mengeksplorasi lebih jauh keindahan pantai ini, banyak pengunjung yang memutuskan untuk camping. Mereka bermalam di pantai untuk bisa menikmati keindahan pantai di malam hari.
2. ombak yang tenang
Pantai ini cocok untuk berendam dan berenang. Air nya yang jernih dengan ombak tenang, berenang dan main air jadi menyenangkan dan pastinya aman. Pantai Watu Leter lebih mirip dengan kolam renang jadi aman banget buat yang mau renang di pantai ini.
Pantai yang memiliki banyak batu karang dan struktur teluk membuat pengunjung betah berenang karena ombaknya tidak tinggi. Batu karang yang ada di sekeliling pantai membuat ombak di Pantai Watu Leter lebih tenang.
Pengunjung bisa menikmati berenang di Pantai Watu Leter dengan nyaman. Agar lebih aman, lebih baik berenang di saat ombak sedang tenang. Air laut di pantai ini masih sangat bening. Karena air yang bening, pengunjung bisa snorkeling dan melihat batu karang yang indah.
Kombinasi dari air yang jenis dan ombak yang tenang, membuat pantai ini lebih mirip kolam renang air asin raksasa.
3. Hutan Mangrove
Terdapat juga hutan mangrove yang di sekitarnya ada air tawar. Air tawar ini berasal dari aliran sungai Sitiarjo yang bermuara di Pantai Watu Leter.
Pengunjung dapat menikmati keindahan hutan bakau ini dengan berjalan jalan. Dengan Berjalan santai mengikuti sungai, pengunjung dapat melihat cantik dan mempesona hutan mangrove. Di sini juga ada disediakan fasilitas perahu. Perahu dapat disewa untuk menikmati keindahan hutan bakau dengan lebih leluasa dan lebih mendalam.
Lokasi Persinggahan Penyu
Kawasan Pantai ini biasanya dijadikan lokasi pelepasan penyu abu-abu karena lingkungan pantai masih sepi dari para wisatawan. Masih aslinya Pantai Watu Leter membuatnya terpilih untuk menjadi pusat pelestarian penyu dan ekowisata.
Karena kawasan ini masih sepi, Pantai ini menjadi tempat yang pas untuk melihat kedatangan penyu dan juga melepas penyu abu-abu kecil ke alam bebas. Hal ini membuat Pantai Watu Leter sebagai pusat ekowisata tempat pelestarian penyu.
Jika upaya pelestarian penyu itu berhasil, pengunjung bisa melihat dari dekat kehidupan penyu saat menepi dan bertelur di pasir pantai.
Tips Mengunjungi Pantai Watu Leter
Ada beberapa tips yang bisa diperhatikan selama pengunjung berwisata di Pantai Watu Leter. Berikut beberapa tips yang sebaiknya diperhatikan.
Cari informasi sebanyak mungkin mengenai Pantai ini, jangan sampai Anda tersesat saat akan menuju ke Pantai.
Siapkan kendaraan Anda. Pantai ini mempunyai trek yang cukup sulit, sehingga Anda memerlukan tenaga yang besar saat melintasinya, selain itu dibutuhkan kewaspadaan yang tinggi.
Hindari mengunjungi Pantai Watu Leter ketika hujan. Jalanan yang berada di sekitar lokasi sangat licin ketika hujan
Hindari tinggalkan hal apapun di Pantai, hal ini untuk menjaga kebersihan Pantai Watu Leter.
Pantai Watu Leter tidak memiliki banyak fasilitas seperti warung, sehingga sangat disarankan Anda membawa bekal makanan sendiri selama di pantai.
Objek Wisata Dekat Pantai Watu Leter
Pantai watu leter lokasinya berdekatan dengan pantai Bajul Mati. Pantai bajul mati terletak 5 km di sebelah barat. Pantai Bajul mati mempunyai ciri khas berupa batu karang panjang yang bentuknya seperti buaya. Ada mitos bahwa pada hari tertentu, saat ombak besar, batu itu bergerak gerak seperti buaya hidup.
Di sebelah timur, dalam jarak 7 km, terdapat pantai indah lain. Pantai Tiga Warna. Pantai Tiga Warna cukup populer di kalangan pecinta pantai. Popularitas pantai ini tidak lepas dari keunikan Pantai. Sesuai dengan namanya, Pantai Tiga Warna memiliki 3 warna air yang berbeda sesuai dengan kedalamannya.
Itulah ulasan tentang Pantai Watu Leter, yang ada di Malang Jawa Timur. Ingat, anda harus menjaga kebersihan selama berada di pantai ini. Sayang sekali jika hanya kita yang bisa menikmati keindahan pantai ini, sedangkan orang yang datang setelah kita hanya bisa terpana melihat sampah yang kita tinggalkan.
sumber:
Objek Wisata Dekat Pantai Watu Leter
Pantai watu leter lokasinya berdekatan dengan pantai Bajul Mati. Pantai bajul mati terletak 5 km di sebelah barat. Pantai Bajul mati mempunyai ciri khas berupa batu karang panjang yang bentuknya seperti buaya. Ada mitos bahwa pada hari tertentu, saat ombak besar, batu itu bergerak gerak seperti buaya hidup.
Di sebelah timur, dalam jarak 7 km, terdapat pantai indah lain. Pantai Tiga Warna. Pantai Tiga Warna cukup populer di kalangan pecinta pantai. Popularitas pantai ini tidak lepas dari keunikan Pantai. Sesuai dengan namanya, Pantai Tiga Warna memiliki 3 warna air yang berbeda sesuai dengan kedalamannya.
Itulah ulasan tentang Pantai Watu Leter, yang ada di Malang Jawa Timur. Ingat, anda harus menjaga kebersihan selama berada di pantai ini. Sayang sekali jika hanya kita yang bisa menikmati keindahan pantai ini, sedangkan orang yang datang setelah kita hanya bisa terpana melihat sampah yang kita tinggalkan.
sumber:
Objek Wisata Dekat Pantai Watu Leter
Pantai watu leter lokasinya berdekatan dengan pantai Bajul Mati. Pantai bajul mati terletak 5 km di sebelah barat. Pantai Bajul mati mempunyai ciri khas berupa batu karang panjang yang bentuknya seperti buaya. Ada mitos bahwa pada hari tertentu, saat ombak besar, batu itu bergerak gerak seperti buaya hidup.
Di sebelah timur, dalam jarak 7 km, terdapat pantai indah lain. Pantai Tiga Warna. Pantai Tiga Warna cukup populer di kalangan pecinta pantai. Popularitas pantai ini tidak lepas dari keunikan Pantai. Sesuai dengan namanya, Pantai Tiga Warna memiliki 3 warna air yang berbeda sesuai dengan kedalamannya.
Itulah ulasan tentang Pantai Watu Leter, yang ada di Malang Jawa Timur. Ingat, anda harus menjaga kebersihan selama berada di pantai ini. Sayang sekali jika hanya kita yang bisa menikmati keindahan pantai ini, sedangkan orang yang datang setelah kita hanya bisa terpana melihat sampah yang kita tinggalkan.
Malang Selatan menyimpan berbagai keindahan alam yang sangat menakjubkan. Salah satu yang terkenal adalah keindahan alam pantainya. Karena berada di pesisir Selatan pulau jawa yang bersebelahan langsung dengan samudera Indonesia, beberapa pantai yang ada di Malang Selatan memiliki ombak yang tergolong tinggi. Namun ada juga pantai di kawasan ini yang memiliki ombak yang aman.
Salah satunya adalah Pantai Gatra. Pantai ini terbilang tidak terlalu terkenal di kalangan wisatawan. Namun, bagi masyarakat setempat, Pantai Gatra sudah populer. Pantai ini memiliki ombak yang tidak besar karena ada gugusan karang yang memecah ombak.
Dengan ombak yang tidak besar, banyak hal yang seru dan menarik yang bisa dilakukan di pantai ini. Pantai ini juga masih alami. Pasir putih, air laut biru terang yang tenang, dan pepohonan hijau yang membuat sejuk adalah kombinasi yang sangat menggiurkan. Nah, apakah anda tertarik untuk menikmati keindahan alam Pantai Gatra waktu liburan? Yuk simak ulasannya berikut ini.
Harga Tiket Masuk ke Pantai Gatra
Seperti kebanyakan objek wisata, untuk masuk ke kawasan Pantai Gatra anda harus membeli tiket masuk terlebih dahulu. Tidak perlu mahal-mahal, anda hanya perlu membayar Rp.10.000 per orang. Jika membawa kendaraan, anda harus membayar tarif parkir Rp.10.000 lagi. Mungkin terbilang lebih mahal dari pantai kebanyakan, namun keindahan alam dan keseruan yang ditawarkan di sini juga lebih banyak.
Lokasi dan rute ke Pantai Gatra
Pantai Gatra berlokasi di Dusun Sendangbiru, Desa Sitiharjo, Kecamatan SUmbermanjing Wetan, Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Berada di kawasan Malang Selatan, Pantai Gatra berdekatan dengan pantai Tiga Warna dan pantai Clungup. Jika dari Kota Malang, ambillah jalan menuju Turen yang akan mengantarkanmu ke pantai Sendang Biru.
Karena di sepanjang jalan ada petunjuk arah, maka perjalanan akan terasa lebih mudah. Ketika sampai di kawasan Sendang Biru, ambil jalan yang menuju ke pantai Tiga Warna atau pantai Clungup. Walaupun ada petunjuk jalan, jangan malu bertanya kepada penduduk sekitar agar tidak tersesat.
Sesampainya di pintu masuk kawasan Pantai Gatra, akan ada jalan setapak yang telah dipavling. Jalan yang berpavling ini tidak sampai ke bibir pantai. Anda akan menyambung perjalanan dengan jalan kaki di jalan setapak berbatu kira-kira sepanjang 400 hingga 500 meter. Di ujung jalan ini anda akan mulai melihat bibir Pantai Gatra. Selama perjalanan mata akan dimanjakan oleh pemandangan hutan mangrove dan muara Clungup.
Objek wisata di Pantai Gatra
Ada banyak objek wisata seru yang bisa dinikmati sesampainya di Pantai Gatra. Berikut diantaranya:
1. Pulau-pulau karang yang indah
Walaupun tidak terlalu terkenal, pantai ini ternyata disebut-sebut mirip Raja Ampat di Papua Barat yang tersohor itu. Ini karena ada pulau karang yang berwarna hijau di sini. Pulau karang ini lah yang memecah ombak di pantai ini sehingga airnya relatif tenang. Selain itu, pulau karang yang mirip di Raja Ampat ini juga memberikan pemandangan yang indah. Ini menjadi pilihan spot foto dan selfie para pengunjung.Jika anda beruntung, ketika ombak surut anda bisa menyeberangi pulau-pulau karang ini. Di pulau ini anda bisa menyaksikan beberapa jenis karang dan biota laut kecil yang hidup di karang.
2. Kawasan konservasi
Pantai ini masih termasuk wilayah konservasi yang dilindungi sehingga para pengunjung tidak bisa membuang sampah sembarangan. Bahkan, di loket masuk, barang yang anda bawa akan didata. Barang-barang yang berpotensi menjadi sampah akan dicek kembali ketika anda pulang. Menarik sekali bukan? Ini yang membuat Pantai Gatra sangat bersih.
3. Air yang tenang dengan jernih
Berkat pulau-pulau karang yang ada, air di Pantai Gatra relatif tenang. Tentu ini adalah nilai plus dari pantai ini. Anda bisa berenang sepuasnya tanpa takut terbawa arus laut. Anda juga bisa melakukan snorkeling di air yang tenang ini. Ada satu hal lagi yang bisa anda lakukan selain berenang dan snorkeling, yaitu bermain kano. Di pantai ini tersedia kano yang bisa disewa dengan biaya sebesar RP 25.000. Dengan membayar segitu, anda bisa bermain kano sepuasnya.
4. Lahan tempat berolah raga
Pantai ini memiliki pasir pantai yang luas. Saking luasnya bisa digunakan untuk olah raga seperti voli dan sepak bola laut. Tentu anda harus membawa peralatannya dari rumah. Berolah raga pantai bersama teman dan keluarga tentu bakal membuat liburanmu sangat berkesan.
5. Hutan mangrove
Anda juga diperbolehkan menjelajahi hutan mengrove di Pantai Gatra. Anda bisa menjelajahi hutan ini hingga ke pantai Clungup. Hutan ini sangat alami dan indah. Ingat, karena hutan mangrove ini sangat dijaga, anda juga harus menjaga kebersihan hutan ini.
Itulah ulasan tentang Pantai gatra yang memiliki pulau karang seperti di raja ampat dan juga air yang tenang. Ayo segera ajak orang-orang terdekatmu untuk mengunjungi objek wisata di Malang Jawa Timur ini.